Kalau melihat hasil akhirnya, Turki vs Prancis memang cuma berjarak satu gol. Namun pertandingan pembuka UEFA Nations League 2026 ini cukup menarik untuk dibaca lebih dalam. Prancis menang 1-0, Kylian Mbappé mencetak gol, sementara Zinédine Zidane mengawali pekerjaannya sebagai pelatih Les Bleus dengan tiga poin.
Prancis Tidak Langsung Menguasai Pertandingan
Dari jalannya laga, Prancis tidak benar-benar tampil dominan sejak menit pertama. Turki justru sempat membuat peluang berbahaya melalui Barış Alper Yılmaz pada awal pertandingan. Mike Maignan harus bekerja cepat untuk mengamankan situasi tersebut.
Prancis kemudian mencoba mengambil kendali lewat Rayan Cherki dan Michael Olise. Namun pertahanan Turki cukup rapat. Peluang terbaik babak pertama datang dari Olise, yang memaksa Uğurcan Çakır melakukan penyelamatan.
Jadi kalau ada yang mengira hasil Turki vs Prancis bakal ditentukan dengan mudah oleh Prancis, jalannya pertandingan justru tidak seperti itu.
Baca juga: Profil Lengkap Kylian Mbappe, Mesin Gol yang Terus Naik Level
Mbappe Muncul di Saat yang Tepat
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-54. Turki kehilangan bola di area pertahanan sendiri dan Michael Olise langsung mengirimkannya kepada Mbappé.
Kapten Prancis itu tidak membuang kesempatan. Dari sisi kiri kotak penalti, ia melepaskan tembakan yang melewati Çakır dan mengubah skor Turki vs Prancis menjadi 0-1.
Buat Mbappé, gol ini punya arti tersendiri. Ia mencetak gol ke-12 bersama Prancis sepanjang 2026, menyamai rekor miliknya sendiri untuk jumlah gol terbanyak dalam satu tahun kalender pada abad ke-21.
Baca juga: Wembley Kejut Lagi: Spanyol Bikin Inggris Nggak Berkutik
Mbappe Malah Harus Keluar
Ada satu catatan yang membuat kemenangan Prancis terasa sedikit kurang nyaman. Setelah mencetak gol, Mbappé terlihat mengalami masalah dan akhirnya ditarik keluar sekitar lima menit kemudian.
Désiré Doué masuk menggantikannya. Prancis masih punya peluang melalui Doué dan Jules Koundé, tetapi tidak ada gol tambahan.
Turki sendiri terus mencari gol penyeimbang. Arda Güler beberapa kali mencoba membuka ruang, sementara Maignan kembali melakukan penyelamatan penting.
Menjelang akhir laga, Turki juga harus kehilangan Çakır. Sang kiper mendapat kartu merah pada menit ke-87 setelah keluar dari kotak penalti dan bola mengenai tangannya ketika berusaha menghentikan laju Bradley Barcola.
Catatan untuk Zidane
Secara hasil, Prancis menang 1-0 atas Turki. Tetapi dari sudut pandang permainan, Zidane masih punya pekerjaan rumah.
Prancis mencatat 12 percobaan dengan xG 1,21, sedangkan Turki juga menghasilkan 12 tembakan dengan xG 1,14. Angka tersebut menunjukkan bahwa laga sebenarnya cukup berimbang dalam menciptakan peluang.
Artinya, kemenangan ini lebih banyak ditentukan oleh kualitas individu Mbappé dalam memanfaatkan momen. Untuk laga-laga berikutnya, menarik melihat apakah Zidane bisa membuat permainan Prancis lebih konsisten dan tidak terlalu bergantung pada momen seperti ini.